Selasa, 27 Agustus 2013

Bayern Dipaksa Bawa Pulang Satu Poin

Aditya Putra - Okezone
Browser anda tidak mendukung iFrame
Rabu, 28 Agustus 2013 01:54 wib
Nicolas Hoefler (kiri) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bayern Munich. (Foto: Reuters)
Nicolas Hoefler (kiri) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bayern Munich. (Foto: Reuters)
FREIBURG - Juara bertahan Bayern Munich harus puas bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Freiburg pada laga lanjutan Bundesliga. Meski sempat unggul lewat Xherdan Shaqiri, Die Roten harus kebobolan lewat Nicolas Hofler, empat menit jelang laga berakhir.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Mage Solar, Selasa (27/8/2013) malam WIB tersebut, pelatih Bayern, Josep ‘Pep’ Guardiola tak menurunkan beberapa pemain inti seperti Philipp Lahm, Franck Ribery, Arjen Robben, dan striker Mario Mandzukic. Dengan mengandalkan formasi 4-1-4-1, Bayern hanya mampu memanfaatkan satu peluang untuk dijadikan gol.

Meskipun hanya mampu meraup satu poin, Bayern tetap berhak memuncaki klasemen sementara Bundesliga dengan koleksi 10 poin, hasil dari tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Namun, mereka posisi mereka berpotensi digeser Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, dan Mainz 05 -kini 9 poin- yang baru akan memainkan laga pada akhir pekan nanti.

Jalannya pertandingan
Berstatus sebagai juara bertahan Bundesliga, Bayern Munich memulai laga dengan kepercayaan diri penuh dan mencoba menguasai jalannya pertandingan. Pada menit 15, mereka mendapat peluang bagus lewat Xherdan Shaqiri. Gelandang asal Swiss itu mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan jarak jauh, namun bola masih bisa dimentahkan kiper Freiburg.

Pada menit 33, Bayern pun akhirnya mampu meraih keunggulan, lewat Shaqiri. Diawali pergerakan brilian Thomas Muller di sisi sayap kanan, bola lambung kemudian dikirim ke dalam kotak penalti. Tanpa mendapat pengawalan berarti, Shaqiri menahan bola dengan kakinya, sebelum melepaskan tembakan keras. Gol! Die Roten pun unggul 1-0 atas tuan rumah.

Memasuki menit 36, peluang kembali didapat Bayern. Berawal dari kerja sama antara Claudio Pizarro dan Mario Gotze, nama terakhir kemudian mendapat kesempatan untuk melakukan tembakan. Namun, bola masih meleset dari sasaran. Dan, hingga wasit mengakhiri babak pertama, tak ada gol tambahan tercipta, dan kedudukan 1-0 untuk keunggulan Bayern pun tetap bertahan.

Memasuki interval kedua, pertarungan berjalan lebih menarik. Pada menit 59, kesempatan didapat tim tuan rumah lewat penyerang mereka, Charles-Elie Laprevotte. Usai mengontrol bola, pemain asal Prancis tersebut melepaskan tembakan ke arah tiang jauh. Namun, usaha tersebut gagal membuahkan gol karena bola masih mengenai tiang gawang Die Roten.

Pada menit 72, Bayern semestinya bisa menambah keunggulan lewat peluang emas yang mereka dapat. Toni Kroos melepaskan tembakan yang kemudian dihalau oleh kiper Freiburg, Oliver Baumann. Bola kemudian mengarah kepada Thomas Muller, namun lagi-lagi Baumann melakukan penyelamatan sehingga gawangnya aman dari kebobolan. Kedudukan masih belum berubah, 1-0 untuk Bayern.

Selanjutnya, Bayern kian gencar menyerang, namun mereka malah kebobolan pada menit 86. Berawal dari serangan balik Freibrug di sisi sayap kiri, bola kembali kemudian pindah ke sisi kanan. Sebastian Freis kemudian melepaskan umpan lambung yang langsung disambut Nicolas Hofler lewat sontekan kaki kirinya. Kedudukan pun menjadi sama kuat 1-1.

Gol penyama kedudukan tersebut membuat Bayern terperenyak. Kemudian, mereka mencoba memanfaatkan sisa waktu dengan menciptakan beberapa serangan-serangan ke daerah pertahanan tim tuan rumah. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, kedudukan 1-1 tetap bertahan.  Bayern pun harus puas hanya membawa pulang satu poin.

Sumber: okezone

Sabtu, 24 Agustus 2013

Sejarah Islam dan perkembangan Islam  semenjak jaman nabi hingga sekarang ini telah mengalami perkembangan pesat. Agar tidak melebar, maka pembatasan tentang sejarah Islam disini yaitu membahas perkembangan ajaran agama Islam melalui fase perkembangan dan peralihan kekuasaan.

Seperti yang dikutip dari wikipedia, Sejarah Islam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi sampai dengan sekarang.


Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman setelah beliau wafat, maka pemetaan peralihan kekuasaan dan perkembangan agama islam selanjutnya masuk masa Khalifa dan masa sesudahnya. Berikut ini adalah perkembanganya:
Masa Khulafaur Rasyidin
632 M – Nabi Muhammad wafat dan sahabat nabi Abu Bakar diangkat menjadi khalifah. Sementara Usamah bin Zaid memimpin ekspedisi ke Syria. Pada ekspedisi tersebut terjadi perang terhadap orang yang murtad kaum Bani Tamim dan Musailamah al-Kadzab.
633 M – Pengumpulan Al Quran dimulai.
634 M – Abu Bakar wafat dan Umar bin Khatab diangkat sebagai khalifah berikutnya. Beliau berhasil menaklukan Damaskus.
636 M – Perang terjadi di Ajnadin terhadap tentara Romawi dan Syria, Mesopotamia, dan Palestina berhasil ditaklukkan. Perang dan takluknya Kadisia atas tentara Persia.
638 M – Penaklukan Baitulmuqaddis oleh tentara Islam. Peperangan dan penkalukan Jalula atas Persia.
639 M – Penaklukan Madain, kerajaan Persia.
640 M – Kerajaan Islam Madinah mulai membuat mata uang Islam. Masa itu juga tentara Islam megepung dan menaklukan kota Alfarma, Mesir.
641 M – Penaklukan Mesir oleh tentara Islam.
642 M – Takluknya Nahawand, kerajaan Persia dan Penaklukan Persia secara keseluruhan.
644 M – Umar bin Khatab wafat syahid akibat dibunuh. Selanjutnya Utsman bin Affan di angkat menjadi khalifah.
645 M – Penaklukan Cyprus.
646 M – Penyerangan Byzantium di kota Iskandariyah Mesir.
647 M – Angkatan Tentara Laut Islam didirikan dan diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan. Perang di laut melawan angkatan laut Byzantium.
648 M – Pemberontakan menentang pemerintahan Utsman bin Affan.
656 M – Utsman mati akibat dibunuh. Ali bin Abi Talib dilantik menjadi khalifah. Terjadinya Perang Jamal.
657 M – Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah. Perang Siffin meletus.
659 M – Ali bin Abi Thalib menyerang kembali Hijaz dan Yaman dari Muawiyah. Muawiyah menyatakan dirinya sebagai khalifah Damaskus.
661 M – Ali bin Abi Thalib mati dibunuh. Pemerintahan Khulafaur Rasyidin berakhir. Hasan (Cucu Nabi Muhammad) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Umat Islam menggantikan Ali bin Abi Thalib.
661 M – Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Hasan memerintah, 2 kelompok besar pasukan Islam yaitu Pasukan Khalifah Hasan di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damsyik telah siap untuk memulai suatu pertempuran besar. Ketika pertempuran akan pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rancangan perdamaian kepada Khalifah Hasan yang kemudian dengan pertimbangan persatuan Umat Islam, rancangan perdamaian Muawiyah ini diterima secara bersyarat oleh Khalifah Hasan dan kekhalifahan diserahkan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. Tahun itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Perdamaian/Persatuan Umat (Aam Jamaah) dalam sejarah Umat Islam. Sejak saat itu Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan sistem Kerajaan Islam yang pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) yang dilakukan secara turun temurun (Daulah Umayyah) dari Daulah Umayyah ini kemudian berlanjut kepada Kerajaan-Kerajaan Islam selanjutnya seperti Daulah Abbasiyah, Fatimiyyah, Usmaniyah dan lain-lain.
Masa Kerajaan Bani Ummaiyyah
661 M – Muawiyah menjadi khalifah dan mndirikan Kerajaan Bani Ummaiyyah.
669 M – Persiapan perang melawan Konstantinopel
670 M – Penaklukan Kabul.
677 M – Penyerangan Konstantinopel yang pertama namun gagal.
679 M – Penyerangan Konstantinopel yang kedua namun gagal karena Muawiyah meninggal di tahun 680.
680 M – Kematian Muawiyah. Yazid I menaiki tahta. Peristiwa pembunuhan Saidina Hussein.
685 M – Khalifah Abdul Malik menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi kerajaan.
700 M – Tentara Islam melawan kaum Barbar di Afrika Utara.
711 M – Penaklukan Sepanyol, Sind, dan Transoxiana.
712 M – Tentara Bani Ummayyah ke Spanyol, Sind, dan Transoxiana.
713 M – Penaklukan Multan.
716 M – Serangan kepada Konstantinopel.
717 M – Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. Pembaharuan yang hebat dijalankan.
725 M – Tentara Islam melawan Nimes di Perancis.
749 M – Kekalahan tentera Ummayyah di Kufah, Iraq ditangan tentara Abbasiyyah.
750 M – Damaskus ditaklukkan oleh tentera Abbasiyyah. Runtuhnya Kerajaan Bani Ummaiyyah.

Grafity


Kartini dan "Dari Gelap terbitlah terang" dari ayat Allah untuk kemajuan bangsa



Raden Ajeng Kartini atau lebih sering terkenal dengan R.A Kartini merupakan sosok pelopor perempuan Indonesia dengan ke Khas an kultur Jawa yang memang melekat karena masih termasuk golongan priyayi. Beliau lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Usia yang sangat muda dan telah menjadi motor penggerak perempuan pada masa penjajahan Belanda.
Sejatinya, Kartini adalah muslimah sejati yang sangat ingin mengetahui islam secara mendalam melalui Alquran. Suatu ketika Kartini menemui ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati di Demak (Pangeran Ario Hadiningrat). Di Demak waktu itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian tersebut bersama para raden ayu yang lain, dari balik tabir. Kartini tertarik pada materi pengajian yang disampaikan Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang, yaitu tentang tafsir Al-Fatihah. Setelah selesai acara pengajian Kartini meminta pamannya agar bersedia menemani dia untuk menemui Kyai Sholeh Darat. Inilah dialog antara Kartini dan Kyai Sholeh Darat, yang ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat :
"Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?"
Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu.
"Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?". Kyai Sholeh Darat balik bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dimaksud oleh pertanyaan Kartini pernah terlintas dalam pikirannya.
"Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"
Setelah pertemuannya dengan Kartini, Kyai Sholeh Darat tergugah untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada hari pernikahan Kartini, Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa. Kalau saja Kartini sempat mempelajari keseluruhan ajaran Islam (Al-Quran) maka tidak mustahil ia akan menerapkan semaksimal mungkin semua hal yang dituntut Islam terhadap muslimahnya. Terbukti Kartini sangat berani untuk berbeda dengan tradisi adatnya yang sudah terlanjur mapan. Kartini juga memiliki modal kehanifan yang tinggi terhadap ajaran Islam. Bukankah pada mulanya beliau paling keras menentang poligami, tapi kemudian setelah mengenal Islam, beliau dapat menerimanya. Saat mempelajari Al-Islam lewat Al-Quran terjemahan berbahasa Jawa itu, Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya.
Surat-surat Kartini yang dikirim kepada sahabatnya di Belanda banyak memunculkan kalimat Minazh Zhulumaati Ilannur menjadi bahasa belanda "Door Duisternis Tot Licht"  dimana kalimat tersebut adalah petikan dari ayat-ayat Alqur'an. Beberapa waktu kemudian  kata-kata tersebut kini sudah teradopsi oleh terjemahan Armijn Pane menjadi " Habis Gelap Terbitlah Terang" pada judul kumpulan surat-surat Kartini yang secara maknawi sudah mengalami kehilangan makna. Kartini adalah wanita sejati yang berdedikasi dalam mendidik perempuan-perempuan pribumi daerah Jepara dan Rembang khususnya agar menjadi lebih cerdas seiring perkembangan zaman.

Peninggalan pemikiran beliau tertuangkan dalam surat-surat yang rajin beliau tulis kepada sahabatnya di Belanda yang menitik beratkan pada kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan yang pada waktu itu perempuan dipandang hanya sebagai "konco wengking" atau hanya sebagai pelengkap . Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).

Kini, R.A Kartini sudah tiada namun perjuangannya untuk kemajuan perempuan pada masa itu sungguh luar biasa meski memang kartini belum pernah berjuang "angkat senjata" melawan Belanda. Perjuangannya kini diabadikan menjadi memorial nama jalan, nama pantai di Jepara, bahkan menjadi ikon nama jalan di beberapa kota di Belanda. Perjuangan Kartini perlu dipahami sebagai pecut semangat perempuan masa kini yang sudah banyak memiliki kebebasan dan peningkatan kualitas pendidikan yang sudah mapan. Momen Hari Kartini bisa menjadi penyemangat perempuan dengan modernitas dan intelektualitas untuk membangun bangsa dan negara.


by : http://www.tebuireng.org/

Jumat, 02 Agustus 2013



NICOLE
Ada sebuah ceriatayang mungkin akan menginspirasi anda.
di sebuah sekolah menegah pertama ada murid yangbernama Nicole,suatu hari Nicole di tagih ibu guru karena belum mengembalikan buku yang di pinjamnya
Nicole pun megatakan bahwa buku yang dia pinjam tertinggal di rumah.
keesokan harinya,ibu guru mendatangi Nicole lagi,dia menagih buku pada Nicole.Nicole slalu beralasan kepada ibu guru.hari demi hari berlalu,ssetiap hari ibu guru menagih buku yang di pinjam oleh Nicole.sampai hari diman UTS(Ujian Tidak Serius) akan dilakukan.sampai saat itu Nicole belum juga mengembalikan bukunya.tiba-tiba da seseoranag yang datang,ternyata itu adalah ibu Nicole.ibu Nicole menemui ibu guru dan meympaikan pada ibu supaya tidak memarahi Nicole.”bu..maaf,ibu jangan lagi memerahi Nicole karna terlambat mengembalika buku,itu semua bukan salah Nicole,itu semua salah sya bu..” “loh..memang ibuslah apa?” “saya yang melarang Nicole untuk taidak mengembalikan bukunya dulu,karna ingan saya pakai untuk belajar,saya tidak bisa membaca dan menulis bu,jadi sya memnminta Nicole untuk mengajari saya setelahdia pulang sekolah” “la ibu memang dulu tidak sekolah?” “sya dulu sekolah hanya sampai sekolah dasar,waktu SMP saya dipaksa oleh orang tua untuk menikah,setiap bukuyang Nicole pinjam saya tahan dulu agra saya bisa belajar” “ohh..saya moho maaf bu,apakah ada yang bisa saya bantu?” “saya mohon jia setiap Nicole meminjam buku supaya ibu tidak memarahinya karena terlambat mengembalikan” “iya ibu,sayas senag bisa membantu ibu”. setelah belajar dengan Nicole,Ibu Nicole bisa membaca dan menulis.ibu  Nicole memberanikan diri untuk mengikuti tes di Universitas.ternyata ibu Nicole lulus tes,dan sekaarang sudah lulus dampai S1.
            Dari cerita tersebut kita tahu bahwa tidak ada kaa terlambat untuk belajar,asal kita mau dan berusaha pasti kita bisa مَنْجَدَ وَ جَدًّ


By: k